Wakapolres Biak Kompol Jubelina Wally pimpin upacara HUT Bhayangkara ke-80

banner 468x60

Biak, Papuautaranews -Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Biak Numfor Kompol Jubelina Wally SH menjadi Inspektur Upacara peringatan hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Polres Biak,Rabu 1 Juli 2026.

Wakapolres Kompol Jubelina membacakan amanat tertulis Presiden Prabowo Subianto pada acara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, saya sebagai Presiden Republik Indonesia menyampaikan selamat dan rasa bangga kepada seluruh keluarga besar Polri dimana pun saudara saudara bertugas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi tertinggi dari negara serta ucapan terimakasih atas kerja keras, pengabdian dan pengorbanan yang telah saudara saudara tunjukkan dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri secara profesional dan tanpa lelah.

Tema peringatan hari Bhayangkara ke 80 Tahun 2026 ini adalah “80 Tahun mengabdi, Polri Untuk Masyarakat“. Tema ini mengandung makna Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam seluruh perjalanan pengabdiannya bermuara pada satu tujuan luhur yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hal ini berarti bahwa seluruh pengabdian polri diarahkan untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.

Kita sadari bersama bangsa Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional, tentunya tidak dapat lepas dari pengaruh geopolitik global. Dinamika global saat ini yang diwarnai oleh rivalitas kekuatan besar, perang siber, kejahatan transnasional dan ketidak pastian ekonomi dunia sebagai dampak adanya perang Amerika Serikat, Israel dengan Iran.

Menyikapi perkembangan situasi geopolitik global maupun regional yang semakin dinamis saat ini, menjadikan tantangan yang serius bagi institusi Polri, khususnya dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas. Kejahatan yang berevolusi cepat seiring kemajuan teknologi informasi serta tingginya ekspektasi publik terhadap Polri, menuntut polri untuk mampu beradaptasi dan merespon secara cepat setiap tuntutan publik.

Dalam menghadapi hal tersebut, Polri tidak lagu bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespon dampak adanya dinamika global serta menjawab setiap tuntutan publik. Polri harus mampu membaca, mengadaptasi dan merespon setiap perubahan serta tuntutan publik yang semakin tinggi harapannya terhadap keberadaan polri.

Suksesnya beberapa program pemerintah tentunya tidak terpisahkan dari peran penting kepolisian dalam mengawal agenda strategis nasional diantaranya dukungan terhadap program makan bergizi gratis yang diwujudkan melalui pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sebanyak 1.179 unit dari target 1.500 Unit, dukungan terhadap program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung dengan total lahan seluas 651.196 Hektare yang berhasil mendongkrak produksi jagung nasional sebesar 9 persen atau setara 1,36 Juta Ton.

Serta penegakkan hukum terhadap kejahatan yang merusak moral bangsa dan memicu kebocoran keuangan negara, seperti kejahatan narkoba, penyelundupan dan judi Online, program penyediaan rumah bagi PNPP dan masyarakat dimana polri telah berhasil meresmikan 10.905 unit hunian dari rencana pembangunan 15.923 unit.

Polri menjaga stabilitas keamanan untuk investasi dan hilirisasi melalui pengamanan lada proyek strategis nasional, kawasan industri hilirisasi serta ladang ladang energi.

Diakuinya, tantangan tugas Polri ke depan akan semakin kompleks. Selain dihadapkan pada dinamika kejahatan yang bersifat multidimensional, polri juga dituntut untuk melakukan reformasi birokrasi Polri sebagai wujud nyata dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat.

Dengan telah disahkannya undang-undang Polri yang baru, lanjut Presiden Prabowo, hendaknya dapat menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri di manapun bertugas untuk melakukan pembenahan pembenahan baik di bidang pembinaan secara internal institusi Polri ataupun bidang operasional guna menjawab dinamika perkembangan zaman dan tuntutan publik.

Oleh karenanya pada momentum hari Bhayangkara yang ke-80 ini saya perintahkan kepada seluruh jajaran kepolisian negara Republik Indonesia untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh.

“Sebelum mengakhiri amanat ini sekali lagi saya ucapkan selamat hari Bhayangkara ke-80 jadilah insan Bhayangkara sebagai panggilan tugas yang mulia panggilan untuk menjadi anggota Polri yang lebih baik lebih profesional dan lebih bermanfaat,” harap Presiden Prabowo.

Ia meminta personel Polri menjadikan setiap tugas sebagai ibadah jadikan setiap pelayanan sebagai kehormatan dan jadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan utama kita memakai seragam ini.

“Polri yang kuat adalah Indonesia yang aman, Indonesia yang aman adalah Indonesia yang maju,” tegasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *