Bupati Biak Numfor Markus Minta Pengelola Dapur MBG Pastikan Higienis Menu Cegah Keracunan

banner 468x60

Biak, Papuautaranews – Bupati Biak Numfor Papua Markus Octovianus Mansnembra meminta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pastikan Higienis semua menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) guna mencegah keracunan makanan anak.

“Terutama menu ikan harus yang segar tidak boleh ikan yang lama tersimpan dalam cold storage atau pendingin es, saya harap ini menjadi perhatian dapur SPPG,” tegas Bupati Markus Mansnembra seusai membuka lokakarya Blue Food Economy Assessment di Biak,Senin (24/08).

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Diakuinya, berbagai kasus keracunan makanan MBG anak di beberapa daerah ditemukan menu lauk pauk MBG yang tidak higienis sehingga hal ini menjadi prioritas pengawasan bagi dapur penyedia makanan bergizi gratis.

Bupati Markus mengakui, program MBG anak yang dilakukan pemerintah lewat program Presiden Prabowo Subianto sangat baik dan dibutuhkan untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.

“Karena itu, Pemkab Biak Numfor mengapresiasi kegiatan workshop Blue Food Economy Assessment digelar UNICEF, Universitas Cenderawasih, Institut Pertanian Bogor, Korwil Badan Gizi Nasional Biak dan Pemkab Biak Numfor dalam rangka memperbaiki kualitas pelayanan dapur SPPG untuk melayani program MBG anak,” katanya.

Bupati Markus mengajak workshop Blue Food Economy Assessment dapat meningkatkan pengawasan terhadap berbagai pemberian menu makanan bergizi gratis untuk kebutuhan anak sekolah di berbagai satuan pendidikan.

Sementara itu, Koordinator Regional Centre of Excellence (RCOE) atau Pusat Studi Unggulan Uncen Jayapura Prof Dr Julius Ary Mollet menegaskan, program MBG merupakan kebijakan strategis nasional pemerintah sehingga perlu mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat.

Disebutkan Prof Ary, RCOE Uncen akan melihat MBG dari berbagai sisi tidak hanya kesehatan tapi juga sosial, budaya dan ekonomi lokal.

“Untuk ekonomi lokal bagaimana program ini bisa mendorong mama Papua menyuplai sayur dan bahan lokal untuk MBG,” katanya.

Prof Ary mengakui, program MBG bukan sekedar penyediaan makanan tetapi menjadi pintu masuk menuju penguatan sumber daya manusia Papua sejak usia dini.

“Program MBG sangat bagus untuk perbaikan gizi anak-anak di Papua,” katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *