Biak, Papuautaranews – Bupati Markus Octovianus Mansnembra mengingatkan warga Kabupaten Biak Numfor, Papua tidak boleh membuka lahan perkebunan dan pertanian dengan cara membakar di saat cuaca ekstrem panas karena dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) lingkungan sekitarnya.
Hal itu disampaikan Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra dalam keterangan kepada wartawan RRI, Tribun Papua dan Papuautaranews di Biak,Sabtu.
Bupati Markus mengingatkan warga Biak Numfor untuk dapat hindari dan tidak boleh warga ikut membakar rerumputan sisa pembersihan di lahan dengan alasan buka kebun karena supaya cepat subur.
“Ya cara-cara seperti ini tidak boleh dilakukan apalagi saat cuaca sedang panas musim kemarau karena sangat rawan menimbulkan kebakaran hutan lahan sehingga hal demikian untuk secepatnya dicegah,” pesan Bupati Markus.
Dia mengatakan, butuh kesadaran masyarakat di setiap kampung, kelurahan dan distrik untuk terus bersama dengan pemerintah daerah dalam menjaga kekayaan sumber daya alam dimiliki Pulau Biak Numfor.
“Mari semua elemen masyarakat Kabupaten Biak Numfor untuk menjaga alam Pulau Biak supaya terjaga dari kerusakan karena ulah manusia,” sebutnya.
Diakuinya, jika hal demikian tidak diperhatikan dikuatirkan bisa membawa bencana kebakaran hutan dan lahan yang lebih besar bahkan mengancam keselamatan manusia sekitarnya.
Berdasarkan laporan BMKG di Kabupaten Biak Numfor terdeteksi sekitar 167 titik api yang terpantau.











