Biak, Papuautaranews – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor, Papua John Sobuber S.STP menyebut Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP 2026 akan diikuti sebanyak 2.871 siswa dari 56 sekolah SMP.
“Secara nasional TKA dilaksanakan pada 6-16 April 2026, ya untuk sekolah di Biak dimulai 7 April karena 6 April merupakan hari libur Paskah kedua,” ujar Sekretaris Dikdaya Jhon Sobuber di Biak, Kamis.

Sobuber menambahkan, untuk mengukur literasi dan numerasi siswa diberikan kesempatan untuk belajar.
Diakuinya, TKA adalah ujian berbasis komputer ini tidak menentukan kelulusan melainkan bertujuan memetakan mutu pendidikan dan menjadi prestasi pendidikan siswa sekolah untuk bisa melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi.
Sedangkan untuk materi TKA, lanjut dia, adalah mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. serta survei karakter ataupun lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Menengah Dikdaya Japosman Situmorang menambahkan, untuk persiapan TKA SMP sudah siap di sekolah asal siswa.
“Termasuk fasilitas ketersediaan jaringan internet di setiap sekolah,” katanya.
Japosman mengajak para kepala sekolah SMP di Kabupaten Biak Numfor untuk mendukung kelancaran pelayanan pelaksanaan TKA dan ujian sekolah secara serentak.
Selain itu, pihak sekolah setempat juga perlu memperbaiki data diri siswa di masing-masing sekolah sebagai peserta TKA maupun ujian sekolah.
Untuk jadwal ujian sekolah bagi siswa SMP secara dimulai 20 April 2026 sehingga pihak Dikdaya perlu berkoordinasi baik dengan kepala sekolah terutama menyangkut data siswa yang valid.
Data siswa valid menyangkut biodata nama siswa peserta ujian sekolah, lanjut dia, sangat penting karena terkait dengan ijazah kelulusan siswa yang dicetak secara elektronik.
“Dikdaya Biak Numfor ingin pastikan semua sekolah SMP sudah siap melaksanakan TKA dan ujian sekolah,” ujarnya.
Terkait dengan pengawas ruang ujian sekolah, menurut Japosman, dilakukan pengawas ruang dari sekolah setempat dengan catatan guru mata pelajaran yang diujikan tidak boleh mengawas untuk menjaga akuntabilitas.
Untuk peserta TKA tercatat sebanyak 2.871 siswa dari 56 sekolah yang tidak ikut 95 siswa.











