Biak, Papuautaranews -Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua melibatkan akademisi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Penyusunan Analisa Standar Biaya (ASB).
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) selaku koordinator penyusunan ASB Gunadi S.Sos, M.Si dalam keterangan diterima,Rabu malam (1/4) mengatakan, ASB yang disusun sebanyak 43 jenis kegiatan pembangunan fisik.
“Disamping penyusunan ASB fisik, dilakukan juga review atas ASB non fisik sebelumnya sehingga akan menjadi satu keputusan kepala daerah tentang Analisa Standar Biaya Kabupaten Biak Numfor,” harap Gunadi.
Diakuinya, pertemuan FGD dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNNES Semarang dengan maksud dan tujuan penyusunan ASB di antaranya Analisis Standar Biaya (ASB).
Gunadi menyebut, penyusunan ASB melibatkan identifikasi, pengukuran, dan alokasi biaya yang terkait dengan suatu kegiatan atau proyek yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Sedangkan tujuan penyusunan ASB juga, menurut Gunadi, untuk menentukan biaya yang realistis dan wajar dalam suatu kegiatan atau pekerjaan serta mengidentifikasi area penghematan.
“Penyusunan ASB untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas serta
nemudahkan perencanaan dan pengendalian biaya,” ujarnya.
Gunadi menambahkan, untuk penyusunan ASB melibatkan analisis komponen biaya seperti bahan, tenaga kerja, dan overhead.
Turut hadir kegiatan ini yakni Sekretaris Inspektorat Johanis Masllow dan Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Dominggus Lekatompesy ST serta Kepala BPKAD Gunadi S.Sos,M.Si selaku Koordinator Penyusunan ASB.
Sedangkan dari UNNES turut hadir di antaranya Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Dr. Amir Mahmud, S.Pd., M.Si serta Ketua Tim Penyusunan ASB Biak Numfor Dr. Henny Murtini, SE, M.Si.
Gunadi berharap kerjasama Pemda Biak Numfor dengan UNNES Semarang tidak hanya penyusunan ASB saja tetapi yang luas lagi yaitu peningkatan pendidikan dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Biak Numfor.











