Biak, Papuautaranews -Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Biak Numfor,Papua ZL Mailoa mengajak kepala sekolah, dewan guru dan komite sekolah harus punya komitmen bersama mewujudkan Sekolah Adiwiyata yang lingkungan bersih dan sehat.
“Sekolah Adiwiyata merupakan program nasional yang mengajarkan kepada anak menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan serta toilet sekolah selalu bersih karena dampaknya luar biasa untuk masa depan generasi Emas anak,” ujar Plt Sekda ZL Mailoa mewakili Bupati Markus Octovianus Mansnembra membuka sosialisasi Sekolah Adiwiyata di Biak, Kamis (30/4).
Ia mengatakan, program Adiwiyata Nasional tidak hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semata namun menjadi pekerjaan kita bersama kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah dan siswa.
Sekolah Adiwiyata, menurut Mailoa, dengan tujuan sekolah dapat menerapkan tata kelola lingkungan berkelanjutan untuk hidup sehat dan bersih.
Mailoa menilai, jika komitmen bersama semakin kuat dan terpadu maka capaian sekolah Adiwiyata dapat kita wujudkan.
Apalagi dari data ada, lanjut Mailoa, Kabupaten Biak Numfor paling banyak di Papua 15 sekolah yang telah mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata provinsi hingga nasional.
“Hasil ini menunjukkan bertapa perhatian Pemkab Biak Numfor untuk merealisasikan program pemerintah dan implementasi visi misi Bupati Markus Octovianus Mansnembra dan Wabup Jimmy Carter Rumbarar Kapissa dalam tata kelola lingkungan bersih termasuk di satuan pendidikan,” tegasnya.
Dia berharap, untuk mengelola sampah di sekolah perlu menerapkan pola
karakteristik 3R yakni memilah, mengelola dan mendaur ulang sampah supaya bernilai ekonomis.
“Bahkan dengan menerapkan 3R lingkungan sekolah tetap terjaga kebersihan dan sehat,” harap Mailoa.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Iwan Ismulyanto AP, MM mengakui, kriteria Sekolah Adiwiyata Nasional difokuskan pada keberhasilan penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dengan nilai minimal 80 persen dari capaian tertinggi.
Iwan menyebutkan, aspek penilaian meliputi kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, dan pengelolaan sarana prasarana ramah lingkungan.
Iwan optimistis pada 2026 sekolah yang mendapat prestasi Adiwiyata Nasional diharapkan dapat bertambah.
Iwan menyebut, pada tahun 2025 tiga sekolah yakni SMA Negeri 1,SMA Negeri 2 dan SMAN 3 mendapat prestasi Sekolah Adiwiyata Nasional.
“Ya dengan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional diharapkan dapat mengimbas ke sekolah sekitarnya,” harap Iwan.











