Biak, Papuautaranews -Bupati Biak Numfor, Papua Markus O. Mansnembra SH, MM mengunjungi anak-anak dan orang tua korban terdampak ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di posko penampungan aula kantor Satpol Polisi Pamong Praja dan Hotel Mapia, Rabu (3/6).
Bupati Markus Mansnembra dalam keterangan di Biak, Rabu, mengakui, datang langsung melihat ke posko penampungan yang disediakan pemerintah daerah bagaimana kondisi anak-anak dan keluarga korban terdampar ledakan bom Peninggalan Perang Dunia II di Jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Fandoi Distrik Biak Kota.
“Ya kami dari Pemkab Biak Numfor pastikan berbagai kebutuhan anak-anak dan orang tua korban terdampak ledakan bom peninggalan perang Dunia selama di penampungan senantiasa terpenuhi,” ujar Bupati Markus dalam keterangan di Biak.
Ia menegaskan, perhatian dari Pemkab Biak Numfor kepada anak-anak hingga orang dewasa menyangkut status pendidikan anak, layanan kesehatan hingga pengobatan rawat jalan dah rawat inap di rumah sakit umum daerah hingga pengantaran jenazah korban telah diberikan secara gratis.

“Ya ini sebagai wujud komitmen pemerintah terhadap semua korban ledakan bom yang dirawat di RSUD Biak tidak dipungut biaya alias gratis,” tegasnya.
Ia menyebut, perhatian lain dari pemerintah daerah kepada korban ledakan bom sisa PD II menyediakan tempat tidur dan kebutuhan makan selama di posko penampungan tetap dipenuhi dengan aman.
Bupati Markus berharap, warga yang terdampak ledakan bom sisa peninggalan sejarah perang dunia II dari anak-anak hingga orang dewasa diminta senantiasa bersabar menghadapi musibah ini.
“Saya harapkan kejadian ledakan bom peninggalan perang dunia di tengah kehidupannya masyarakat Biak Numfor tidak boleh terjadi lagi,” katanya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Biak Numfor terdampak ledakan bom peninggalan PD II sebanyak 113 jiwa warga Jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Fandoi Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Papua ditampung di dua Posko Aula Satpol PP dan Hotel Mapia.











