Biak, Papuautaranews – Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua mengapresiasi pelatihan peningkatan kapasitas penjamah pangan digelar Jenawa Madani Indonesia- UNICEF dan Pemerintah Jepang bagi 67 petugas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Jumat (16/1).
Koordinator Badan Gizi Nasional Biak Husni Mubarak di Biak, Jumat, seusai pembukaan mengakui, melalui pelatihan peserta penjamah pangan diharapkan dapat menjamin makanan yang dikonsumsi anak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar memenuhi standar keamanan pangan dan gizi.
Apalagi sasaran program MBG yang diimplementasikan Presiden Prabowo Subianto, menurut Husni, untuk memenuhi kebutuhannya sendiri pemenuhan asupan gizi bagi anak, balita dan ibu hamil supaya sehat dan terpenuhi gizinya.
“Tujuan jangka panjang program MBG Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan Generasi Emas Indonesia 2045,” sebut Husni.
Ia berharap, dengan pelatihan penjamah pangan digelar Yayasan Jenawa Madani Indonesia -UNICEF dan dukungan pemerintah Jepang dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Biak Numfor Semuel Rumakeuw SH mewakili Bupati Markus Octovianus Mansnembra mengharapkan, melalui pelatihan penjamah pangan dapat meningkatkan ketrampilan peserta dan mengetahui standar penyajian makanan dengan aman hiegins dan layak konsumsi.
“Dengan makanan sehat bagi anak dapat mencegah anak dari stunting, anemia dan keamanan pangan dari standar pemenuhan gizi terpenuhi,” katanya.
Semuel berharap Biak menjadi contoh keamanan pangan MBG yang berkualitas.
“Pemkab Biak Numfor berterima kasih dengan yayasan Jenawa Madani Indonesia, UNICEF dan pemerintah Jepang, sudah menjadi mitra dengan Pemkab Biak Numfor,” katanya.
Semuel mewakili Bupati Markus Octovianus Mansnembra menyampaikan terima kasih kepada pihak Unicef,Jenawa Madani Indonesia dan Pemerintah Jepang serta Badan Gizi Nasional atas dukungan program MBG di Kabupaten Biak Numfor.
Plh Sekda Semuel berpesan peserta pelatihan penjamah makanan sebagai pengelola dapur harus disajikan sayur dari Biak.
“Hal ini dengan pemanfaatan pangan lokal mendukung program MBG sangat berdampak terhadap perputaran ekonomi uang di Kabupaten Biak Numfor,” katanya.
Kepada peserta pelatihan penjamah makanan, menurut Semuel, sesuai pesan Bupati Markus Octovianus Mansnembra untuk dapat mengikuti program pelatihan hingga selesai dan menyerap materi dengan baik.
“Supaya mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menyajikan menu MBG bagi anak,ibu hamil dan menyusui,” harapnya.
Shafa Syahrani, S.Gz Nutrition Manager Jenewa Institute Shafa Syahrani mengakui, pelatihan ketrampilan penjamah pangan bagi 67 peserta dapur MBG menjadi sangat penting untuk menjamin masakan yang dikonsumsi anak punya asupan gizi sesuai standar BGN.
“Jenawa Madani Indonesia sebagai mitra partner UNICEF dan terus mendukung program MBG terintegrasi di Kabupaten Biak Numfor untuk mewujudkan Papua Genius,” katanya.
Pelatihan penjamah pangan dua dapur MBG Sorido 1 dan Sorido 2 Biak digelar Jenawa Madani Indonesia-UNICEF berlangsung dua hari 16-17 Januari 2026.











