Biak, Papuautaranews -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor, Papua menyebut Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berperan strategis dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai garda terdepan untuk edukasi gizi dan kesehatan siswa serta pengawasan keamanan pangan.
“UKS mengedukasi siswa pentingnya program MBG di sekolah serta melakukan pembinaan siswa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin S.Pd seusai membuka Penguatan dan Revitalisasi Tim Pembina UKS serta fasilitasi pembentukan tim pelaksana UKS di Biak,Senin (19/1).
Kamaruddin memastikan kelembagaan UKS sejalan mendukung program MBG supaya lebih efektif, terukur, dan meningkatkan kualitas gizi serta kesehatan anak sekolah secara menyeluruh.
Diakuinya, UKS tidak sekadar pelengkap kegiatan di satuan pendidikan tetapi menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan budaya hidup sehat siswa.
Bahkan keberadaan UKS, menurut Kamaruddin, untuk membangun kesadaran kolektif siswa menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.
Wadah UKS di sekolah, lanjut dia, untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat, bahagia, dan produktif bagi seluruh warga sekolah.
Ia berharap UKS menjadi motor penggerak yang mengintegrasikan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan lingkungan sekolah sehat untuk mendukung program pemerintah ini.
“Saya minta peserta pelatihan peningkatan kapasitas UKS di 27 satuan pendidikan dapat menjadi contoh untuk berkolaborasi dalam mendukung serta menyukseskan program MBG 2026,” harapnya.
Sementara itu, Manager Nutrition Jenewa Madani Indonesia
Shafa Syahrani S.Gz berharap, kepala sekolah atau guru yang terpilih sebagai pembina dalam wadah UKS di 27 satuan pendidikan dapat menyatukan persepsi pentingnya revitalisasi UKS untuk menyukseskan program MBG di sekolah bersangkutan.
“Kepala sekolah atau guru yang menjadi pengurus UKS bisa membantu edukasi terhadap siswa tentang pentingnya program MBG serta mengedukasi siswa mampu menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.
Syafa menambahkan, pada penguatan dan Revitalisasi Tim Pembina UKS/M serta fasilitasi pembentukan tim pelaksana UKS/M diikuti 27 sekolah terpilih.











