Biak, Papuautaranews – Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Mathius D Fakhiri mengatakan, kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) sangat penting sebagai forum konsolidasi evaluasi serta penguatan kapasitas lembaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) seluruh wilayah Provinsi Papua.
“Hasil Rakorda diharapkan dapat membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh dan responsif terhadap kondisi lingkungan setempat,” ujar Gubernur Papua Mathius Fakhiri dalam sambutan tertulis dibacakan Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra SH, MM membuka Rakorda BPBD se-Papua berlangsung di Biak, Rabu (3/6).
Ia mengatakan, upaya pengurangan risiko bencana harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.
Diakuinya, ketika masyarakat terlindung dari bencana maka keberlangsungan pendidikan, kesehatan lingkungan hidup dan ekonomi di masyarakat akan terjaga dengan baik untuk terwujudnya Papua yang sejahtera, harmonis dan terang di Papua
Ketangguhan menghadapi bencana, lanjut dia, merupakan pondasi penting untuk mewujudkan Papua yang maju aman dan sejahtera.
“Saya memberikan apresiasi kepada BPBD Provinsi Papua atas penyelenggaraan Rakorda se Papua,” katanya.
Ia berharap, seluruh peserta Rakorda dapat berbagi pengalaman dalam penanganan bencana sehingga dapat diterapkan di daerah masing-masing.
“Jadikan tugas penanganan bencana sebagai panggilan untuk melindungi masyarakat Papua,” ujar Gubernur Fakhiri.
Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Papua Barkah Whisnu Raditya mengatakan, melalui kegiatan Rakorda BPBD Papua dapat meningkatkan kepedulian warga mengurangi risiko bencana.
“Sejumlah wilayah kabupaten/Kota punya karakteristik sebagai daerah rawan bencana sehingga diperlukan kesiapsiagaan untuk meningkatkan edukasi alam Biak yang,” katanya.
Ketua Panitia Rakorda BPBD Papua Santi Shaleh SH,MH melaporkan kegiatan Rakorda BPBD berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis 3-4 Junior 2026 diikuti 200 peserta.











