Biak, Papuautaranews – Kalangan 217 mahasiswa program afirmasi pendidikan tinggi (ADiK) dan 34 siswa pendidikan menengah (ADeM) mendatangi wakil rakyat di lembaga DPRK mempertanyakan tranparansi pembayaran bantuan uang saku mahasiswa 2025-2026.
“Kami orang tua dan mahasiswa program ADiK dan ADeM minta tranparansi pemberiaan babtu,” ujar Koordinator mahasiswa program ADIk dan ADem 2025-2026 Hendrik Korwa SIP seusai berdialog dengan Wakil Ketua DPRK 1 Noak Krey dan Waket 2 Adrianus Mambobo,Kamis (9/4).
Diakuinya, orang tua dan mahasiswa sangat berharap bisa mendapat bantuan anggaran pendidikan ADiK dan ADem.
Hendrik menyebut, bantuan uang saku untuk pendidikan mahasiswa lewat program ADiK bervariasi tidak sama berkisar Rp1,9 juta hingga Rp2,3 juta, sementara pada tahun 2024 masing-masing mereka Rp5 juta.
Sedangkan program pendidikan ADeM, lanjut dia, diberikan Rp300 ribu sehingga butuh penjelasan tentang bantuan anggaran pendidikan ADiK dan ADem.
“Ini kami datang menemui wakil rakyat DPRK menanyakan tindak lanjut hasil pertemuan Februari
“Kami ingin transparansi pembagian uang saku mahasiswa ADiK dan ADem,” harapnya.
Wakil Ketua 1 Noak Krey dan Wakil Ketua 2 DPRK Adrianus Mambobo mengharapkan, pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah mengelola anggaran pemerintah harus terbuka dalam pencarian anggarannya.











