Biak, Papuautaranews – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Biak Numfor, Papua Gunadi S. Sos,M.Si menyebut keuntungan masyarakat gunakan transaksi keuangan non tunai dengan QRIS membayar dengan uang pas tidak perlu pengembalian.
“Untuk manfaat lain transaksi sistem non tunai dengan QRIS terhindar dari pembayaran penggunaan uang palsu,” ujar Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Biak Numfor Gunadi seusai launching pasar digital Darfuar Distrik Samofa, Jumat (8/5).

Diakuinya, pembayaran non tunai merupakan pilihan transaksi keuangan saat ini menjadi trend perkembangan teknologi digital.
Meskipun sudah diterapkan sistem digitalisasi pembayaran non tunai, menurut Gunadi, jika ada masyarakat bertransaksi membayar kebutuhan pembelian barang dengan uang tunai bisa saja karena penjual juga menerima pembayaran cash.
“Transaksi pembayaran digital QRIS menjadi pilihan salah satu sistem pembayaran non tunai,” katanya.
Gunadi mengatakan, layanan transaksi non tunai QRIS di Kabupaten Biak Numfor sebagai implementasi komitmen tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) yang diketuai Bupati Markus Octovianus Mansnembra.
Ia berharap, setelah dilakukan launching pasar digital Darfuar dapat meningkatkan edukasi dan pilihan masyarakat untuk bertransaksi keuangan membayar barang yang dibeli di pasar.
Saat ini, pelaku usaha kecil menggunakan sistem pembayaran non tunai dengan QRIS, menurut Gunadi, sesuai dengan data mencapai kurang lebih 108 pelaku usaha.
“Jumlah ini diharapkan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi digital yang menuntut kecepatan, kemudahan dan transparansi,” sebut Gunadi.
Launching pasar digital Darfuar digelar Pemkab Biak Numfor,Bank Indonesia dan Bank Papua dilakukan Wakil Bupati Jimmy CR Kapissa mewakili Bupati Markus Octovianus Mansnembra serta Kepala Bank Indonesia perwakilan Papua Warsono dipusatkan di terminal Darfuar Faidoma Distrik Samofa, Jumat.











