Biak, Papuautaranews – Tim gabungan Basarnas untuk pertolongan dan pencarian korban ledakan bom peninggalan perang Dunia II di kompleks perikanan Kelurahan Fandoi Distrik Biak Kota masih menemukan dan mengamankan 11 serpihan potongan tubuh serta satu buah KTP atas nama Willianus Tata.
“Tim gabungan Basarnas juga menemukan 1 buah mesin sekap atau serut kayu merk Matter warna merah,” ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan Ari S.Ik,SH,MH dan Kasi Operasi SAR Andarias dalam release perkembangan pencarian korban ledakan bom perang Dunia II di kompleks perikanan Kelurahan Fandoi Biak Kota,Minggu malam.
Sedangkan untuk tim DVI hari ini Minggu 7 Juni, menurut Kapolres AKBP Ari, sudah bertolak ke Pusdokes Polri di Jakarta dan masih melakukan identifikasi atas temuan potongan tubuh.
Sementara jajaran Satreskrim Polres Biak, lanjut dia, hingga saat ini masih melakukan olah TKP secara menyeluruh dan melakukan penyidikan terkait dugaan ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026.
Kapolres AKBP Ari menambahkan, untuk tim jibom Gegana Brimob sudah melakukan pemeriksaan di lokasi sudah steril dan dinyatakan aman.
Diakuinya, tim jibom Gegana Brimob sudah tidak melakukan aktivitas di lokasi kejadian ledakan setelah dinyatakan steril
Kapolres menyebut, untuk tim gabungan masih melakukan pencarian korban yang belum ditemukan maupun barang-barang lainnya yang juga bisa jadi petunjuk di ring 1 maupun Ring 2 wilayah perairan pantai kurang lebih 4 KM.
“Besok Senin 8 Juni 2026 masih akan dilakukan pencarian kembali bersama tim gabungan Basarnas,” katanya.
Berdasarkan data korban ledakan bom sisa peninggalan PD II di kompleks perikanan Kelurahan Fandoi Distrik Biak Kota pada 31 2026 terdapat enam korban meninggal dan tiga korban masih dinyatakan hilang serta sejumlah warga rawat jalan di RSUD Biak.











