Biak, Papuautaranews – Operasi gabungan SAR pencarian korban ledakan diduga bom peninggalan Perang Dunia II di kompleks perikanan Kelurahan Fandoi Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor Papua dinyatakan ditutup, Senin malam (8/6).
Hal itu disampaikan Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan S.Ik,SH,MH didampingi Staf ahli Bupati Francisco Olla, Basarnas, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Lot Yensenem dan satuan TNI/Polri dalam keterangan pers,Senin malam.
Diakui Kapolres, dampak diduga ledakan bom peninggalan PD II terdapat enam warga meninggal dunia, tiga korban masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan serta 17 orang selamat mengalami luka ringan berat.
Sementara hasil pencarian evakuasi selama sembilan hari kegiatan operasi gabungan SAR, menurut Kapolres AKBP Ari, telah ditemukan sebanyak 94 serpihan tubuh yang sampai saat ini masih dilakukan identifikasi tim Puslabfor Polri di Jakarta.
“Kami masih menunggu hasil identifikasi terhadap serpihan tubuh oleh tim Puslabfor Polri. Ya, jika nantinya ada hasil identifikasi sudah kami terima maka akan disampaikan release kembali kepada masyarakat,” ujar Kapolres AKBP Ari.
Terkait dengan penyelidikan sumber ledakan dugaan bom peninggalan PD II, lanjut Kapolres AKBP Ari, untuk saat ini masih tetap dilakukan jajaran Satreskrim Polres Biak Numfor.
“Sudah ada saksi-saksi yang dimintai keterangan, apabila hasil penyelidikan selesai akan disampaikan kembali,” katanya.
Sementara itu,Staf Ahli 1 Bupati Biak Numfor Francisco Olla S.Sos,MM mengatakan, meskipun posko pencarian gabungan operasi SAR ditutup tetapi jajaran Pemkab Biak Numfor tetap melakukan pengawasan terhadap kegiatan rekonstruksi pasca ledakan, pelayanan kesehatan serta penampungan warga korban terdampak langsung ditempatkan di Hotel Mapia Biak.
“Untuk berapa rumah yang terdampak langsung saat ini masih dilakukan pendataan pemerintah daerah melalui Dinas Permukiman dan Perumahan,” kata Olla.
Release penutupan operasi gabungan SAR pencarian korban ledakan dugaan bom peninggalan PD II di kompleks perikanan diawali dengan rapat koordinasi Polres, Basarnas, TNI, Pemkab Biak Numfor serta potensi SAR dipimpin Kapolres AKBP Ari Trestiawan didampingi Staf ahli Bupati Francisco Olla, Plt Direktur RSUD Jubelina Marandof M.Kes, Plt Kadis Sosial Sandy Palanggan, Sekretaris Dinas Perikanan Semuel Rumaikeuw SH, Kasatreskrim Iptu (Drc) Daniel Z Rumpaidus SH,MH serta Kepala Distrik Biak Kota Marthen Kafiar S.IP.











