Kapolres Biak AKBP Ari: Tim gabungan Basarnas temukan 17 potong tubuh manusia korban ledakan bom peninggalan PD II

banner 468x60

Biak, Papuautaranews – Tim gabungan Basarnas di pencarian pada H+6,Jumat (5/6) berhasil menemukan 17 potongan bagian tubuh manusia korban ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di komplek pasar ikan Jalan Wolter Monginsidi Kelurahan Fandoi pada 31 Mei 2026.

Kapolres Biak AKBP Ari Trestiawan S.Ik,SH,MH dalam keterangan pers tim gabungan Basarnas, Jumat malam mengatakan, besok Sabtu 6 Juni 2026 penemuan 17 potongan tubuh manusia akan dilakukan proses identifikasi tim DVI Polda Papua.

Potongan tubuh manusia ditemukan tim gabungan Basarnas Biak, Jumat (5/6). Foto Muhsidin

Kapolres menambahkan, selain 17 potongan bagian tubuh juga tim gabungan BASARNAS menemukan satu kartu keluarga atas nama Luther Raubaba, kemudian satu proyektor merk Sony, satu HP Samsung warna putih hitam.

Barang temuan tim gabungan, lanjut Kapolres AKBP Ari, juga telah ditemukan satu bor listrik, 1 dompet, satu mixer dan satu batang besi ukuran 40 Cm.

Pada pencarian hari ke-6 pasca ledakan bom, menurut Kapolres AKBP Ari, tim penyelidikan Satreskrim sudah melaksanakan olah tkp pada hari ini Jumat 5 Juni 2026 telah mengamankan tiga buah perahu, dua kompresor di atas perahu yang berbeda.

Untuk kompresor pertama, menurut AKBP Ari, terpasang selang 150 meter dan kompresor kedua terpasang selang 200 meter dengan regulator.

“Tim gabungan pada pencarian hari ke-6 pasca ledakan bom kemudian menemukan tiga mesin tempel perahu 15 PK dan satu mesin tempel perahu 40 PK serta dua kantong jaring satu pasang finch satu masker selam dan satu set sharp pemberat,” ujarnya.

Kapolres Ari mengatakan, untuk korban luka sampai dengan saat ini semuanya dinyatakan rawat jalan.

Tentang situasi lokasi tempat kejadian ledakan bom peninggalan PD II, menurut Kapolres AKBP Ari, berdasarkan hasil pemeriksaaan tim gabungan meski sudah berstatus hijau namun untuk sementara masih belum bisa dilewati masyarakat manapun.

Kapolres Biak menyebut, tim DVI dari Polda Papua sudah mengedentifikasi 34 potongan namun hanya 6 sampel DNA pos mortem yang bisa diambil sebagai sampel DNA.

Diakuinya, tim Labfor Polda Papua juga menemukan 21 serpihan logam, satu mata gergaji, satu gagang gergaji besi, satu mata Gerinda ditemukan di radius sekitar 50 meter dari sumber ledakan.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *