Biak, Papuautaranews – Musyawarah Daerah VI (Musda) Lembaga Dakwah Islam Indonesia merupakan forum tertinggi yang menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan organisasi ke depan.
“Kita berharap Musda ini melahirkan keputusan program yang mampu menjawab tantangan zaman globalisasi dan digital,” harap Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra diwakili Plh Sekda Semuel Rumakeuw SH saat membuka Musda VI LDII Biak Numfor,Selasa (3/2).
Bupati juga berharap LDII terus memperluas kontribusinya dalam dakwah, pendidikan, sosial, dan pembinaan moral masyarakat.

“Saya minta ormas Islam LDII terus berperan menjadi mitra pemerintah daerah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat semangat toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin baik,” katanya.
Ketua DPD LDII Biak Numfor Hasan Laboy S.Pd menegaskan, jajaran DPD LDII sangat mendukung visi misi bupati Biak Numfor dengan delapan program LDII.
Kedelapan program LDII, menurut Hasan, pertama kebangsaan,dua keagamaan nilai regiliusitas, tiga pendidikan karakter profesional religius dari paud hingga usia lanjut.
Prograk keempat LDII, lanjut dia, ekonomi syariah usaha bersama, lima pangan lingkungan hidup memperhatikan pelestarian lingkungan, enam kesehatan alami obat tradisional atau herbal, tujuh teknologi digital.
“Serta program ke-delapan LDII menyiapkan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan dengan bahan bakar dari fosil,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Papua H. Sudarmo S.Pd mengatakan, LDII Biak Numfor terus berkolaborasi dengan pemerintah dan ormas Islam sehingga dapat mewujudkan visi masyarakat sebagaimana sejalan dengan program Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra.
“Laksanakan Musda VI LDII Biak Numfor secara demokratis dan rasa nyaman sehingga melahirkan pemimpin yang profesional dan religius,” ujarnya.
Musda VI LDII Biak Numfor dibuka Plh Sekda Biak Numfor Semuel Rumakeuw dengan mengangkat tema “Penguatan SDM religius mewujudkan masyarakat cerdas, sehat dan Mandiri,”











