Biak, Papuautaranews – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Biak Numfor, Papua melakukan sosialisasi pelaksanaan Ujian Sekolah dan tes kemampuan akademik (TKA) kepada 166 kepala Sekolah Dasar (SD) di daerah setempat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Biak Numfor Kamaruddin S.Pd didampingi Kabid Pendidikan Dasar Menengah Japosman Situmorang MM.Pd seusai pembukaan sosialisasi di Swissbel Hotel Biak,Rabu mengharapkan, para kepala sekolah mengikuti kegiatan Ujian Sekolah tepat waktu dan laksanakan dengan baik sesuai jadwal Dikdaya Biak Numfor.
“Kami jajaran Dikdaya pastikan pelaksanaan Ujian Sekolah di sekolah negeri tidak boleh ada pungutan biaya apapun karena dibiayai dari dana operasional sekolah (BOS),” ujar Kepala Dikdaya Kamaruddin.
Dia juga meminta kepala sekolah negeri di lingkup Dikdaya Biak Numfor tidak boleh menahan ijazah anak ketika mereka lulus langsung diserahkan ijazah kelulusannya.
Ia mengingatkan selama Ujian Sekolah dan TKA jika ada partisipasi dari ortu untuk mengantar anak ke sekolah mengikuti Ujian Sekolah dan TKA tepat waktu.
Selain itu, para ortu atau pihak sekolah jika menyiapkan makanan untuk anak saat ujian sangat baik dan sangat membantu siswa menghadapi ujian.
Kadis Pendidikan Kamaruddin menambahkan, pihak Dikdaya akan melakukan pendampingan pembiayaan ujian dari sisi administrasi.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Dasar Menengah Dikdaya Biak Japosman Situmorang menyebut, untuk data sementara siswa peserta Ujian Sekolah di 166 sekolah sebanyak 2.990 siswa.
Diakuinya, saat ini pihak Dikdaya sedang melakukan validasi data siswa peserta ujian sekolah karena berkaitan erat dengan penerbitan ijazah kelulusan elektronik.
“Jumlah data peserta sampai saat ini terus divalidasi lewat kepala sekolah, ya kami pastikan jadwal Ujian Sekolah dimulai 5 Mei,” ujarnya.
Disinggung pengawas ujian Sekolah Dasar, menurut Japosman, dilakukan guru di lingkungan gugus sekolah bersangkutan.
“Untuk guru mata pelajaran tidak boleh mengawas ruang karena menjaga tranparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan Ujian Sekolah tahun pelajaran 2025/2026,” harapnya.
Materi Ujian Sekolah SD pada 5 Mei, menurut Japosman, 160 sekolah menggunakan kertas dan enam sekolah menggunakan computer based tes (CBT).











