Biak, Papuautaranews – Direktur RSUD Biak, Papua Ricardo Ricard Mayor menyebut hingga 2026 telah menyiapkan 30 dokter spesialis untuk melayani operasi bagi pasien dengan berbagai penyakit.

“Dokter spesialis ini ada yang kerja sama dengan RSUD Jayapura dan Rumah Sakit dr Karyadi Semarang,RSAL Biak dan RS TNI Angkatan Udara,” ujar dr Ricardo R Mayor M.Kes menanggapi kesiapan dokter spesialis di RSUD Biak belum lama ini.
Ia mengatakan, penyiapan dokter ahli juga dalam rangka peningkatan status RSUD Biak dari tipe C naik kelas tipe B.
Diakuinya, proses peningkatan status tipe B sudah dilakukan proses visitasi tim Kemenkes dan ESDM TPST Papua.
“Semoga hasil visitasi ini sudah bisa diterima sehingga secara faktual RSUD Biak sudah berubah kelas tipe B,” harapnya.
Salah satu dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Mayor (Kes) dr Abdrio R mengakui, sejak tahun 2024 RSUD Biak sudah bisa melakukan berbagai operasi pasien penyakit telinga hidung tenggorokan.
“Khusus operasi pasien THT sudah seratusan pasien yang kami operasi di RSUD Biak, ya semua operasi berjalan lancar hingga selesai,” kata dokter pamen TNI AU.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Biak Numfor Daud Nataniel Duwiri mengakui pemerintah daerah sangat mendukung peningkatan status RSUD naik tipe B.
“Semua fasilitas sarana prasarana kesehatan,dokter, peralatan kesehatan hingga syarat lain sudah dipenuhi sehingga layak percepatan peningkatan status tipe B RSUD Biak,” harap Duwiri.
Hingga 2025 tempat tidur rawat inap pasien di RSUD Biak mencapai 300 tempat tidur untuk kebutuhan perawatan pasien.











