Biak, Papuautaranews -Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Daud Nataniel Duwiri mengajak warga di Kabupaten Biak Numfor untuk mencegah kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Biak mencapai 14 kasus dengan menerapkan gerakan 3M plus.
“Mencegah demam berdarah dengue menjaga kebersihan lingkungan serta gerakan 3M Plus yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat wadah air, dan Mendaur ulang/mengubur barang bekas,” ujar Kadis Kesehatan Duwiri di Biak, Minggu.
Untuk tindakan Plus mencegah DBD, menurut Duwiri, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa serta dan menghindari menggantung pakaian untuk memutuskan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.
Diakuinya, DBD adalah infeksi virus yang gejalanya biasanya muncul 4-10 hari setelah seseorang terinfeksi.
Sementara untuk gejala umumnya DBD, lanjut Duwiri, meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit.
“Demam berdarah dengue bila tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian. Ini patut menjadi perhatian warga Biak Numfor,” harap Duwiri.
Diakui Duwiri, upaya dilakukan Dinkes dalam mengatasi DBD di Kabupaten Biak Numfor dengan pengasapan atau fogging serta pembagian Abate ke rumah warga.
Ia mengajak warga Biak Numfor untuk melakukan pencegahan DBD menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran virus dengue menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup sehat bersih.
Duwiri mengajak warga Biak Numfor untuk melakukan pencegahan DBD menjadi langkah paling efektif untuk menekan penyebaran virus dengue.











